Balai Syura Sebut Pengungsi Rohingya Korban Perdagangan Manusia

foto : AJNN/Irfan Habibi

BANDA ACEH – Ketua Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh, Khairani Arifin, menyebutkan pengungsi Rohingya merupakan korban penyelundupan dan perdagangan manusia. Khususnya, anak-anak dan perempuan.  “Perlu diperhatikan, dilindungi dan dipenuhi hak-hak mereka, terutama layanan hak dasar. Seperti kesehatan,” kata Khairani, dalam keterangan tertulisa, Ahad, 31 Desember 2023. Khairani mendorong lembaga atau intansi terkait menyediakan layanan kesehatan yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Organisasi yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Aceh ini juga mendorong pemerintah menyediakan penampungan sementara bagi pengungsi Rohingya. Upaya ini sebagai pemenuhan hak asasi manusia. Khairani juga meminta Pemerintah Aceh mendesak Pemerintah Indonesia menuntaskan persoalan pengungsi Rohingya di Aceh. Kalau tidak, masalah ini akan terus berlarut-larut yang tidak ada ujungnya. “Dalam penyelesaiannya dapat melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau lembaga lain yang terkait. Sesuai yang diatur oleh Perpres dan aturan lainnya, baik nasional maupun internasional,” sebutnya.

UNHCR dan IOM, kata Khairani, harus memastikan hak-hak pengungsi Rohingya terpenuhi, terutama hak atas keamanannya. Mendukung upaya diplomasi dan kerjasama internasional dalam menangani akar masalah pengungsi Rohingya.  “Solusi jangka panjang harus melibatkan komitmen global untuk menyelesaikan konflik, mengatasi penyebab utama pengungsian, dan memastikan keberlanjutan perdamaian,” tutupnya.

Di sisi lain, kata dia, Gerakan Perempuan Aceh menyayangkan sikap mahasiswa yang berunjuk rasa serta mengusir pengungsi Rohingya secara paksa. Peristiwa ini sangat memprihatinkan. “Pihak universitas arus bertanggung jawab terhadap aksi tersebut karena telah menimbulkan keresahan lain, di tengah semberautnya upaya penanganan pengungsi,” ujarnya.

Sumber : AJNN.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *